Archive for the ‘IBM’ Category

Pada sistem AIX, Red Hat Linux dan SUSE Linux, ada standarisasi yang mengizinkan user untuk menambahkan script yang menjalankan berbagai proses pada saat sistem operasi mulai dijalankan tanpa perlu user melakukan login. Proses ini terdiri dari tiga langkah:

 

Membangkitkan Script WAS

Buat skrip startServer1.sh di dalam direktori $WAS_INSTALL_ROOT/bin (misalnya: /usr/IBM/WebSphere/AppServer/bin) dengan cara menjalankan command:

./startServer.sh -profileName  namaProfile   namaServer   -script   namaFileScript   -background

Misalnya:

./startServer.sh   -profileName   AppSrv01   server1   -script   startServer1.sh   -background

Hasil dari command di atas adalah sebuah file yang executable bernama startServer1.sh. File inilah yang nantinya harus dipanggil untuk menjalankan server ketika OS booting. (more…)

Read Full Post »

Pada percobaan ini kita akan membuat sebuah data source yang terhubung pada database Oracle 11gR2. File driver jdbc oracle disimpan di C:\libraryUing\ojdbc6.jar.

1-bikin jdbc provider oracle

Seperti pada artikel sebelumnya (Membuat Data Source MySQL pada IBM WebSphere Application Server 8.0), pembuatan data source dalam WAS 8.0 terdiri atas dua langkah utama:

  1. Membuat JDBC Provider
  2. Membuat data source berdasarkan JDBC Provider yang telah dibuat sebelumnya.

Pertama-tama kita akan membuat JDBC Provider terlebih dahulu. (more…)

Read Full Post »

Pada percobaan ini akan dibuat sebuah data source yang mengacu pada sebuah database bernama “cobacobi” yang disimpan dalam MySQL. Database MySQL tidak secara default disupport oleh WAS 8.0. Oleh karena itu, ketika membuat JDBC Provider, kita harus memilih jenis database “User-defined”.

Secara default, WAS 8.0 mendukung beberapa produk database, yaitu: DB2, Derby, Informix, Oracle, Sybase dan SQL Server. Bila kita menggunakan database selain keenam database tersebut, maka kita harus memilih tipe database “user-defined” ketika membuat JDBC provider.

Pada percobaan ini kita menggunakan driver mysql library yang didisimpan pada direktori C:\libraryUing\mysql-connector-java-5.1.18-bin.jar.

 1-bikin jdbc provider mysql

Dalam WAS, pembuatan data source pada dasarnya terdiri atas dua langkah utama:

  1. Membuat JDBC Provider.
  2. Membuat Data Source berdasarkan JDBC Provider yang sudah dibuat di atas.

  (more…)

Read Full Post »

Instalasi IBM Support Assistant (ISA) vers 5.0 memerlukan IBM Installation Manager 1.8.0 atau lebih baru. Proses pemasangannya memerlukan koneksi internet untuk mendownload file-file insalasi dari repositori online yang disediakan IBM. Pada percobaan ini IBM Installation Manager ini diinstal dengan privilege user. Akibatnya aplikasi ISA yang diinstall menggunakan Installation Manager ini nantinya cukup dijalankan oleh user dengan privilege biasa, tidak perlu privilege administrator/root untuk menjalankannya.

Jalankan IBM Installation Manager. Periksa apakah repositori untuk file ISA sudah terdaftar dalam IBM Installation Manager atau belum.

Pilih File –> Preferences…

 1-jalankan Installation manager versi 1.8 ke atas - install ISA

Pada tabel repositori periksa apakah repositori ISA sudah terdaftar atau belum. Pada gambar berikut, repositori ISA ini sudah terdaftar. (more…)

Read Full Post »

Sering kita membaca ukuran availability sebuah layanan dalam bentuk deretan angka 9 dengan tanda persen di ujungnya. Berdasarkan WebSphere Application Server V8: Administration and Configuration Guide (2011), Availability matrix adalah sebagai berikut:

Availability %

Downtime per year

99% (two 9s)

87.6 hours

99.9% (three 9s)

8.76 hours

99.99% (four 9s)

56.56 minutes

99.999% (five 9s)

315.36 seconds

Untuk menghitung availability dapat digunakan formula berikut:

Availability = (MTBF/(MTBF + MTTR)) X 100

Di mana MTBF adalah mean time antara failure dan MTTR adalah waktu maksimum untuk pemulihan (recovery).

Read Full Post »

Ketika mendeploy aplikasi (baik itu berupa file jar, war, ear) kedalam WebSphere Application Server 8.0 (WAS 8.0) terkadang proses deploy ini tiba-tiba berjalan sangat lambat dan pada akhirnya WAS seolah-olah “hang”. Ketika dilihat pada file log, pada saat itu muncul log “java.lang.OutOfMemoryError”. Untuk mengatasi masalah seperti ini perlu dilakukan pengaturan ukuran memori untuk WAS.

Pilih Servers –> Server Type –> WebSphere application servers. Kemudian pada daftar “Application servers” pilih server yang akan diatur ukuran memorinya. Server yang digunkana pada contoh ini adalah “server1”.

1-konfigurasi-ukuran-memori-was8.0

Setelah dipilih “server1”, kemudian pilih Server Infrastructure –> Java and Process Management –> Process definition. (more…)

Read Full Post »

Ketika sebuah queue manager (QM) dihapus dari sebuah cluster,QM ini tetap mempertahankan informasi anggota cluster lainnya. Informasi ini biasanya menjadi kadaluarsa da dihapus secara otomatis. Namun, kita bisa memilih untuk menghapusnya segera secara manual.

Di sini diasumsikan QM sudah dihapus dari cluster dan tidak lagi mengerjakan pekerjaan sebagai anggota cluster. Misalnya queue di dalam QM tidak lagi menerima message dari cluster dan tidak ada aplikasi yang menunggu message dari queue tersebut.

Salah satu alasan untuk menghapus informasi ini, misalnya kita ingin memastikan bahwa seluruh aplikasi tidak lagi menggunakan sumberdaya dalam QM ini yang sebelumnya digunakan dlam cluster. Sebelum informasi tentang anggota kluster lain ini belum kadaluarsa, aplikasi masih tetap menulis ke dalam queue (sumber daya dalam QM yang digunakan cluster). Setelah informasi cluster ini dihapus, sistem akan membangkitkan pesan error saat sebuah aplikasi mencoba menggunakan sumberdaya cluster.

PROSEDUR

Langkah 1

Hapus semua memori QM lain dalam cluster dari QM ini.

REFRESH CLUSTER(NAMA_CLUSTER) REPOS(YES)

Misal:

REFRESH CLUSTER(TOKOREGION) REPOS(YES)

Langkah 2

Perhatikan QM tersebut, hingga semua sumber daya cluster hilang

DISPLAY CLUSQMGR(*) CLUSTER(NAMA_CLUSTER)
DISPLAY QCLUSTER(*) CLUSTER(NAMA_CLUSTER)
DISPLAY TOPIC(*) CLUSTER(NAMA_CLUSTER)

Read Full Post »

Older Posts »