Archive for the ‘Object Oriented’ Category

Kelas yang akan diakses melalui JMX harus memenuhi struktur MBean yang benar. Pertama kita buat interface yang nantinya akan diimplementasikan oleh kelas yang dibuat sebagai MBean.
Interface MonitoredClassMBean. Semua method yang ada dalam interface ini nantinya akan terekspos sebagai operation pada service JMX.

package id.co.fir.jmx;

/**
 *
 * @author uing
 */
public interface MonitoredClassMBean {

    public String printTextA();

    public Integer tambah(Integer a, Integer b);

    public Pegawai bikinPegawai(String nama, Integer noPegawai);
}

Kelas MonitoredClass dibuat sebagai MBean dengan cara mengimplementasikan interface MonitoredClassMBean. Semua method yang diimplementasikan dari interface itu akan terekspose sebagai operation pada service JMX. (more…)

Read Full Post »

Secara formal, ada empat macam pernyataan iterasi dalam Java: for loop, enhanced for loop, while dan do-while. Semua jenis loop ini dapat dihentikan kapanpun kita mau menggunakan pernyataan break. Sedangkan pernyataan continue akan menghentikan iterasi saat ini dan melanjutkan iterasi berikutnya.

Nama
Formal

Kata Kunci

Komponen
Utama Ekspresi

Contoh

for loop

for, break (opsional), continue (opsional)

initializer, expression, mekanisme update

for (i = 0; i < j; i++) {  }

enhanced for loop

for, break (opsional), continue (opsional)

Element, arrays, atau collection

for (String a : listMhs) {  }

while

while, break (opsional), continue
(opsional)

ekspresi boolean

while (value == 4) {  }

do-while

do, while, break (opsional), continue
(opsional)

ekpresi boolean

do {  } while (value == 4);

For loop

Loop ini dirancang untuk melakukan iterasi terhadap baris kode. Contoh for loop ini adalah: (more…)

Read Full Post »

Barusan saya membaca sebuah buku tentang Java. Ternyata secara formal di dalam Java pernyataan kondisi if dibagi menjadi tiga: if, if-then dan if-then-else. Apa bedanya? Berikut penjelasannya.

Statement if mengizinkan terdapat sebuah cabang else secara opsional. Secara opsional ini maksudnya keberadaan cabang else boleh saja ada ataupun tidak. Kedua pernyataan berikut termasuk ke dalam statement if:

if (nilai == 0) { }

dan

if (nilai == 0) { }
else { }

Statement if-then mengharuskan terdapat minimal sebuah cabang else if dan tidak mengandung cabang else. Cabang else tidak diperkenankan muncul dalam pernyataan ini karena bila cabang else ini muncul maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if-then-else. Contoh pernyataan if-then adalah pernyataan berikut:

if (nilai == 0) { }
else if (nilai == 25) { }

Statement if-then-else mengharuskan terdapat minimal sebuah cabang else if dan juga mengandung cabang else. Bila pernyataan ini tidak mengandung cabang else if maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if biasa. Demikian pula bila pernyataan conditional ini tidak mengandung else dan hanya mengandung if dan else if maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if-then. Contoh pernyataan if-then-else adalah:

if (nilai == 0) { }
else if (nilai == 25) { }
else { }

Sebetulnya saya sudah tahu bahwa pernyataan if conditional itu dapat mengandung komponen if, else if dan else. Namun perkara bahwa secara resmi Java membagi pernyataan kondisional if ini menjadi tiga macam saya baru tahu sekarang…hehe…

Read Full Post »

Sering kita membaca ukuran availability sebuah layanan dalam bentuk deretan angka 9 dengan tanda persen di ujungnya. Berdasarkan WebSphere Application Server V8: Administration and Configuration Guide (2011), Availability matrix adalah sebagai berikut:

Availability %

Downtime per year

99% (two 9s)

87.6 hours

99.9% (three 9s)

8.76 hours

99.99% (four 9s)

56.56 minutes

99.999% (five 9s)

315.36 seconds

Untuk menghitung availability dapat digunakan formula berikut:

Availability = (MTBF/(MTBF + MTTR)) X 100

Di mana MTBF adalah mean time antara failure dan MTTR adalah waktu maksimum untuk pemulihan (recovery).

Read Full Post »

Pada artikel sebelumnya dicontohkan membuat thread dengan cara mengimplementasikan interface Runnable. Pada artikel ini pembuatan thread dilakukan dengan cara meng-extends kelas Thread.

Buat kelas ThreadBaru yang extends terhadap kelas Thread. Dalalm kelas ThreadBaru ini dibuat sebuah method public void run(). Berikut adalah koding kelas ThreadBaru tersebut: (more…)

Read Full Post »

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk membuat thread dalam java:

  • Mengimplementasikan interface Runnable
  • Mewariskan kelas Thread.

Pada artikel ini akan dibahas pembuatan thread dengan cara mengimplementasikan interface Runnable. Kelas yang akan dibuat menjadi thread baru harus mengimplementasikan interface Runnable. Kelas ini hanya perlu mengimplementasikan sebuah method run() saja. Di dalam method run() ini kita menuliskan koding yang merupakan thread baru. Method ini dapat memanggil method yang lainnya, bahkan dalam method ini kita dapat menginstansiasi kelas lainnya (membuat objek baru).

Setelah kelas tersebut mengimplementasikan interface Runnable, kemudian yang perlu dilakukan adalah menginstansiasi sebuah objek bertipe Thread dari kelas tersebut. Kelas Thread memiliki beberapa jenis konstruktor. Pada artikel ini hanya akan digunakan konstruktor yang berbentuk seperti ini: (more…)

Read Full Post »

Ada beberapa versi penulisan for di Java. Versi penulisan yang paling umum adalah menggunakan tiga parameter seperti ini:

for (initialization; termination;increment) {
    statement(s)
}

Contohnya seperti pada kelas ini:

/**
 * @Author Firman Hidayat
 **/

public class ContohForKlasik {
	public static void main(String[] a) {
		for (int i = 0; i < 5; i++) {
			System.out.println("Perulangan ke-" + i);
		}
	}
}

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »