Linux yang digunakan pada percobaan ini adalah Red Hat Enterprise Linux 6.4. Namun konfigurasi ini kemungkinan besar dapat dilakukan pula pada Linux distribusi yang lainnya, terutama distribusi keluarga Red Hat semacam Fedora dan CentOS. Aplikasi yang digunakan untuk membangun mail server ini adalah postfix, dovecot dan Squirrelmail. Kita tidak menggunakan sendmail. Oleh karena itu bila dalam OS masih terdapat sendmail pastikan service sendmail selalu mati ketika postfix dijalankan atau bila perlu uninstall saja paket aplikasi sendmail ini.

Berikut adalah konfigurasi pada OS:

Hostname: hostapp3.com
IP Address : 172.16.1.6
OS ini tidak tergabung pada domain apapun.

1-setup-mailserver-rhel64 Continue Reading »

Advertisements

vi

Penyunting teks ini selalu ada di setiap sistem Unix (like) besar.

vi-improved

Kalau di Linux yang dijalankan sebenarnya adalah vim, Vi Improved.

Secara formal, ada empat macam pernyataan iterasi dalam Java: for loop, enhanced for loop, while dan do-while. Semua jenis loop ini dapat dihentikan kapanpun kita mau menggunakan pernyataan break. Sedangkan pernyataan continue akan menghentikan iterasi saat ini dan melanjutkan iterasi berikutnya.

Nama
Formal

Kata Kunci

Komponen
Utama Ekspresi

Contoh

for loop

for, break (opsional), continue (opsional)

initializer, expression, mekanisme update

for (i = 0; i < j; i++) {  }

enhanced for loop

for, break (opsional), continue (opsional)

Element, arrays, atau collection

for (String a : listMhs) {  }

while

while, break (opsional), continue
(opsional)

ekspresi boolean

while (value == 4) {  }

do-while

do, while, break (opsional), continue
(opsional)

ekpresi boolean

do {  } while (value == 4);

For loop

Loop ini dirancang untuk melakukan iterasi terhadap baris kode. Contoh for loop ini adalah: Continue Reading »

Barusan saya membaca sebuah buku tentang Java. Ternyata secara formal di dalam Java pernyataan kondisi if dibagi menjadi tiga: if, if-then dan if-then-else. Apa bedanya? Berikut penjelasannya.

Statement if mengizinkan terdapat sebuah cabang else secara opsional. Secara opsional ini maksudnya keberadaan cabang else boleh saja ada ataupun tidak. Kedua pernyataan berikut termasuk ke dalam statement if:

if (nilai == 0) { }

dan

if (nilai == 0) { }
else { }

Statement if-then mengharuskan terdapat minimal sebuah cabang else if dan tidak mengandung cabang else. Cabang else tidak diperkenankan muncul dalam pernyataan ini karena bila cabang else ini muncul maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if-then-else. Contoh pernyataan if-then adalah pernyataan berikut:

if (nilai == 0) { }
else if (nilai == 25) { }

Statement if-then-else mengharuskan terdapat minimal sebuah cabang else if dan juga mengandung cabang else. Bila pernyataan ini tidak mengandung cabang else if maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if biasa. Demikian pula bila pernyataan conditional ini tidak mengandung else dan hanya mengandung if dan else if maka pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan if-then. Contoh pernyataan if-then-else adalah:

if (nilai == 0) { }
else if (nilai == 25) { }
else { }

Sebetulnya saya sudah tahu bahwa pernyataan if conditional itu dapat mengandung komponen if, else if dan else. Namun perkara bahwa secara resmi Java membagi pernyataan kondisional if ini menjadi tiga macam saya baru tahu sekarang…hehe…

Ketika menggunakan bash shell, kita dapat melihat distro Linux apa yang sedang digunakan saat ini. Ada banyak cara untuk mengetahui distro namun di sini hanya dikenalkan dua cara saja. Kedua cara ini sudah dicoba pada keluarga distro SUSE dan Red Hat. Sedangkan untuk melihat versi kernel yang digunakan hanya diperkenalkan satu cara saja.

lsb_release-a-dankawan-kawan Continue Reading »

Pada sistem AIX, Red Hat Linux dan SUSE Linux, ada standarisasi yang mengizinkan user untuk menambahkan script yang menjalankan berbagai proses pada saat sistem operasi mulai dijalankan tanpa perlu user melakukan login. Proses ini terdiri dari tiga langkah:

 

Membangkitkan Script WAS

Buat skrip startServer1.sh di dalam direktori $WAS_INSTALL_ROOT/bin (misalnya: /usr/IBM/WebSphere/AppServer/bin) dengan cara menjalankan command:

./startServer.sh -profileName  namaProfile   namaServer   -script   namaFileScript   -background

Misalnya:

./startServer.sh   -profileName   AppSrv01   server1   -script   startServer1.sh   -background

Hasil dari command di atas adalah sebuah file yang executable bernama startServer1.sh. File inilah yang nantinya harus dipanggil untuk menjalankan server ketika OS booting. Continue Reading »

Terkadang dalam Linux kita mendapati pesan error “Too many open files”. Untuk mengatasinya perlu diberikan perintah ulimit.

Untuk melihat nilai limit saat ini, berikan command:

ulimit -n

Untuk mengubah nilai limit saat ini pada shell yang sedang digunakan, berikan command:

ulimit -n  nilaiInteger

contoh untuk mengeset nilai limit menjadi 60000:

ulimit -n 60000

Pemberian command ulimit di atas hanya bersifat sementara. Apabila shell yang digunakan saat ini dimatikan maka nilai limit akan kembali ke nilai asalnya. Agar perubahan nilai limit ini disimpan secara permanen, ubah file /etc/security/limits.conf. Kemudian tambahkan kedua baris berikut:

*        soft      nofile        60000
*        hard      nofile        60000

Setelah file /etc/security/limits.conf ini diubah, kemudian restart sistem operasi yang digunakan. Kemudian beri perintah ulimit -n untuk melihat nilai limit saat ini.