Posts Tagged ‘jaringan’

Pada Fedora ada empat file konfigurasi utama yang digunakan dalam konfigurasi jaringan.

/etc/hosts

Tujuan utamanya untuk resolve hostname yang tidak bisa diresolve dengan cara yang lainnya. Ini juga bisa digunakan untuk resolve hostname dalam jaringan yang kecil tanpa server DNS.

/etc/resolv.conf

File ini menetapkan alamat IP server DNS.

/etc/sysconfig/network

File ini menentukan routing dan informasi host dari semua interface network.

 /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-<nama-interface>

Untuk setiap interface jaringan, ada sebuah skrip konfigurasi. Setiap file ini menyediakan informasi spesifik untuk tiap interface jaringan.

Untuk menetapkan pengaturan alamat IP, dalam Fedora yang perlu diubah adalah isi file /etc/sysconfig/networ-scripts/ifcfg-<nama-interface>. Misalnya dalam OS, terdapat sebuah interface jaringan bernama eth0. Berikut ini adalah contoh isi file ifcfg-eth0 untuk sistem yang menggunakan alamat IP statis:

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=”static”
ONBOOT=yes
IPADDR=172.16.2.99
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=172.16.2.1
DEFROUTE=”yes”

Sedangkan di bawah ini adalah contoh isi file ifcfg-eth0 pada sistem yang menggunakan DHCP:

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=”dcp”
ONBOOT=yes

Berikut ini adalah contoh proses pengubahan alamat IP pada Fedora 21. Kita akan menetapkan alamat IP statis 172.16.2.99 pada sistem operasi ini. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Pengalamanku dulu. Dulu sekali. Lihat diksi yang digunakan. Alay… hehe.. Maklum saat itu masih muda.

Pengalaman saya seting pppoe di slackware pake roaring penguin, semoga bermanfaat

PPPoE disini bukan PPPoE dimodemnya, tapi si kompie terkoneksi ke ISP secara point-to-point, dan modem hanya sebagai bridge.

Pertama-tama set modem pada bagian encapsulation menjadi “bridge mode only”. Mungkin setiap modem berbeda, bukan pake istilah bridge mode only. Tapi yang penting itu modem musti dibikin jadi bridge. Lalu set nilai VCI dan VPI nya sesuai dengan yang dikasih ISP. Kalo ga tau atou bingung, tanya sama ISPnya. Sualnya nilainya musti bener.

Misalkan ethernet yang akan dicolokin langsung ke modem adalah eth0. Naah jangan kasih ip address tuh si eth0. Dibikin down aja.

Trus login sbg root, pake su atou apalah.. Dan kasih perintah
pppoe-setup.

Nah disini kita dikasih bbrp pertanyaan. Jawab aja kayak gini:
USER NAME dengan username yang dikasi sama ISP.
INTERFACE dengan eth0 (ethernet yang dicolokin langsung ke modem)
Do you want link come up on demand, or stay up continuously? Klo kita pengen terus-terusan konek ke ISP (internet) kasih jawaban “no”. Jawabannya dua hurup ok! Jangan cuma “n”. Jawaban “no” bagus klo ip yang dikasih ISP berubah-ubah. Misalkan mereka (ISP) pake DHCP, kayak speedy tuh, ip-nya dinamis. Tapi ati-ati juga klo langganan internet kita pake kuota, ntar bisa-bisa habis tuh kuota karena konek terus.
DNS primary dan secondary jawab dengan alamat IP primary dan secondary DNS yang dikasih sama ISP. (more…)

Read Full Post »